Postingan

Saat Manusia Kontemporer yang Berideologi Pragmatis Mencoba Menanam

Gambar
Zaman Kiwari dengan menarikan jemari di atas layar gawai, barang yang diinginkan tiba-tiba saja sudah sampai dalam genggaman. Betapa menyenangkan kehidupan. Lalu hal ini terbentur dengan krisis iklim, lingkungan yang mulai panas tak karuan, harga beras melambung seperti angan-angan, hanya untuk makan saja tak cukup 20ribuan, apalagi sekedar mencicipi hiling2 yang minimal memiliki uang ratusan.  Salah satu kiblat media sosial yang sering di pandangnya kemudian menawarkan cara bertahan hidup dengan berkebun dan menanam yang ternyata sangat mudah (1 bulan sudah panen) Dengan berlandaskan hal yang murah, mudah dan berlimpah, ia pun melakukannya dengan rasa kepercayaan diri yang tinggi Namun, Apa yang terjadi? Ternyata dia kelimpungan dengan harapan yang tak sesuai kenyataan Benih yang disemai tak mau tumbuh, yang sudah tumbuh tak mau berbunga, yang mau berbunga malah gugur berjatuhan, di saat inilah waktu yang tepat untuk berpesimis ria. Namun, sepertinya Tuhan sangat memah...

bubudakeun

Pada Hari Minggu ku turut mamah (bukan ayah) ke pusara bapa (bukan ke kota). Sebuah kegiatan yang wajib dilakukan rutin setiap minggu, memang tidak menjadi peraturan tertulis hanya sekedar bukti cinta kepada Bapa yang sudah tak ada. Di pertengahan jalan, kami berpapasan dengan ibunya temanku dulu yang seangkatan. Lalu mamah menyapa "Eh ibu, Aya di dieu gening!" "Muhun ibu, Bade Ka mana?" "Itu Bade Ka makam" Tiba-tiba bocah perempuan cantik mendatangi si ibunya temanku "Euleuh eta teh putrana Enca (nama temanku)?, meni geulis, tos ageung geningan" ujar mamahku "Muhun Bu, Enca teh saangkatan nya Sareng Hilma?" Dengan sedikit tersenyum kumenjawab, "hehe, Muhun Bu" Setelah sedikit beramah-tamah dan mengobrol, kami kembali berjalan ke makam bapa sambil mamah berceloteh, "tuh itu rerencangan Dede tos gaduh budak, ieu mah naha kalakah masih bubudakeun wae?!" Kujawab dengan tertawa lepas, "hahhahahah, Bae atuh mah"

Konsep Anti Hubbu Dunya Versi Cici-Cici Jepang (Review Buku Danshari Karya Hideko Yamashita)

Gambar
  Judul: Danshari Memilah dan Menata Barang (Serta Hal-Hal) Penting dalam Hidup Penulis: Hideko Yamashita Penerjemah: Anggia Dian Mayana Penerbit: Noura Books Tahun Terbit: 2022 Tebal: 290 Halaman Konsep cinta dunia atau hubbu ad-dunya yang seringkali digaungkan oleh kalangan tasawuf ternyata tak berbeda jauh dengan konsep hidup minimalis lewat beberes ala orang Jepang yang disebut dengan Danshari. Di era berlimpahnya barang-barang dan semakin mudah akses untuk mendapatkannya. Nasib barang-barang itu kemudian menumpuk di setiap sudut, menjadikan ruangan terasa lebih sempit dan acak-acakan walaupun sudah ditata dan dirapikan. Dari masalah inilah Hideko Yamashita seorang Decluttering Expert dari Jepang menawarkan solusi Danshari sebagai sebuah metode beberes tidak sekedar beberes. Ia memberikan pandangan bahwa segala sesuatu yang masuk haruslah dikeluarkan. seperti metabolisme tubuh, bahwa setiap makanan, minuman, udara yang masuk setelah diproses maka haruslah dik...

Senja

  Tak seperti matahari yang dalam keadaan senja selalu ditunggu menjadi kenangan, dinikmati dengan penglihatan dan diabadikan dalam banyak jepretan. Usia senja selalu menjadi momok menakutkan bagi umat manusia kebanyakan. Sidharta Gautama, mendapatkan pencerahan salah satu lantarannya adalah karena ia terheran-heran melihat manusia yang hidup tetapi tidak muda dan dengan penuh kepayahan. Menjadi tua bukanlah suatu hal yang dinanti, dinikmati apalagi diabadikan oleh kebanyakan kalangan manusia. Karena menjadi tua adalah masa di mana manusia tidak bisa berkuasa sebagaimana manusia muda. Ya, kehilangan kekuasaan adalah momok terbesar dari manusia. Akan tetapi, kehidupan ini akan terus berjalan walaupun sekeras apapun manusia menolak untuk mengalami penuaan. Jikalau bisa memilih, maka pilihannya begitu pelik, antara mati muda atau hidup tua. Begitu sangat tidak menyenangkannya menjadi tua. Memang, harapannya jikalau berumur panjang adalah selalu diberi kesehatan, ingatan da...

Hal-Hal yang Harus Kamu Perhatikan Saat Cari Kosan di Sekitar Kampus 2 UIN Bandung

Gambar
Indekos atau biasa kita sebut dengan kos-kosan adalah salah satu alternatif bagi berbagai kalangan untuk mendapatkan hunian sementara dengan harga yang pas di kantong.   Target utama dari bisnis kos-kosan adalah para pendatang, terlebih lagi kalangan mahasiswa yang banyak menjadi perantau muda di kota lain demi mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Selagi tidak tinggal di kotanya sendiri mereka pasti banyak yang mengharapkan untuk bisa mendapatkan tempat tinggal yang nyaman ( feel like home ), aman tapi dengan harga yang terjangkau. Cipadung Kidul adalah suatu kelurahan di Kecamatan Panyileukan yang menjadi tempat berdirinya dua kampus besar, yaitu Universitas Bhakti Kencana (UBK), Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) dan sangat berdekatan dengan kampus 2 UIN Sunan Gunung Djati. Bayangkan, berapa cuan yang bisa dihasilkan dari bisnis kos-kosan dengan melimpahnya mahasiswa di kelurahan tersebut. Gambaran daerah di sekitaran Cipadung Kidul adalah seperti komplek perumah...

Meninggalkan dan Melepaskan (Review Novel Cinta Tak Pernah Tepat Waktu karya Puthut EA)

Gambar
  Judul: Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Penulis: Puthut EA Penerbit: Buku Mojok Tahun Terbit: 2019 Tebal: 256 halaman Keterlaluan. Satu kata yang menggambarkan perasaanku setelah khatam bolak-balik membaca novel ini. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu adalah karya fiksi pertama dari Puthut EA yang kubaca, karena sebelumnya yang kutahu tulisan dari Puthut EA adalah non-fiksi yang berupa artikel-artikel atau laporan penelitian yang bisa ditemukan di Ipusnas. Setelah tahu ada novel romance buatan Belio yang kebetulan lagi diskon 30k, langsung saja kusikat karena penasaran. Bisa terlihat dari judul, novel ini bergenre romance pinyerieun hate (sakit hati) pembacanya. Bagaimana tidak, novel ini mengisahkan seorang tokoh ‘Aku’ yang tak pernah diketahui nama sebenarnya siapa, sedang berjuang keras untuk bisa keluar dari kubangan perasaan di masa lalunya yang terlalu dalam. Berkali-kali ia mencoba untuk bangkit, berkali-kali pula ia kembali terjatuh pada lubang kesedihan yang sama ...

Percaya akan Cinta yang telah Dijanjikan (Review Novel Harga Sebuah Percaya karya Tere Liye)

Gambar
  Judul: Harga Sebuah Percaya Penulis: Tere Liye Penerbit: Mahaka Publishing Tahun terbit: 2017 Jumlah halaman: 298 Biarkanlah aku pergi, Jim. Ini jauh lebih membahagiakan. Aku tak berharap banyak darimu selain untuk terakhir kalinya kau akan mengatakan, ‘Aku mencintaimu, Sayang’ di telingaku yang pasti sudah membeku pada tanggal tujuh, bulan Tujuh, jam Tujuh hari ini. Ketika lonceng kapel tua berdentang. Tempat di mana ikrar cinta sejati kita pernah terucapkan. Bunyi penggalan surat terakhir yang diberikan Nayla kepada kekasihnya, Jim. Setelahnya, kehidupan Jim sangat berubah yang asalnya selalu berwarna dan berbunga-bunga menjadi kelabu yang selalu layu. Sampai kemudian ia ditakdirkan untuk bertemu ‘Sang Penandai’ sosok manusia abadi yang bertugas mengawasi jalan cerita dari dongeng-dongeng terbaik yang tersebar di muka bumi ini dengan memberikan satu pepatah pendek yang harus dipercayai sang tokoh utama, agar dongengnya bisa berakhir dengan bahagia. Pepatah yang di...