Postingan

Menampilkan postingan dengan label carita

Kepayahan

30 Mei 2024 aku mengikuti seminar proposal tesis. Ini adalah pertama kalinya bagiku dikarenakan sebelumnya langsung sidang skripsi tak ada seminar proposal. Lalu bagaimana hasilnya? Sudah jelas tidak bisa dikatakan sebagai keberhasilan, hahahha Ketika mengingat hari itu dan bagaimana aku sidang, membuatku ingin tertawa. Bukan karena ada sesuatu yang lucu atau aku mengejek dosen pengujinya, tetapi aku menertawakan diriku sendiri yang keterlaluan percaya diri untuk mengikuti seminar proposal tanpa persiapan yang matang-matang amat. Aku berpikir bahwa sidang proposalku begitu berantakan, banyak pertanyaan yang tak bisa kujelaskan dengan baik kepada para dosen penguji dikarenakan memang aku tidak mengetahui jawabannya. Banyak sekali masukan dan arahan yang diberikan (perlu banyak revisi yang kulakukan setelahnya). Namun memang itulah yang kucari. Jikalau ada yang mengatakan seminar proposalku dikatakan gagal, aku tak mengapa, dihujani banyak pertanyaan dan aku gelagapan tak m...

Cerita

Gambar
foto pribadi hilmazhar Bulan ramadhan lalu lanjut lebaran adalah waktu untuk merekatkan kembali jalinan silaturahmi dengan saudara yang jarang ditemui. Silaturahmi yang pertama kulakukan adalah pulang ke kampung halaman mamahku. Yang mana kami melakukannya lebih awal daripada biasanya, yaitu di permulaan Bulan Ramadhan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pulang kampung kali ini pun tak ada bedanya. Mengobrol dan bercanda dengan yang muda, membantu mengerjakan pekerjaan rumah di saudara yang sudah tua dan mendoakan yang sudah tidak ada. Namun yang kusadari tahun ini agak berbeda dengan sebelumnya adalah Uwa-Uwa ku sudah menginjak usia lanjut usia dan rentan sekali kena penyakit. Saat yang muda banyak merantau dan melanglang buana pergi ke luar kota. Sisa para orang tua yang masih menetap di kampung halamannya. Para orang tua yang kutemui sering bercerita tentang kehidupannya di masa lalu, saat kehidupannya dipenuhi dengan banyak perasaan, baik senang, tawa, marah ataupun sedih. Ada...

Nasihat Langka

Gambar
Kembali bolak-balik Cianjur - Bandung. Waktu yang teu dibuburu sehingga perjalanan terasa jongjon, walaupun sudah hampir mendekati surup.  Duduk bersama ibu-ibu berusia 60 dengan wajah yang masih segar dan gerakannya gesit.  Obrolan panjang mengalir begitu saja terasa menyenangkan menemani perjalanan sampai Padalarang. Seluruh isi obrolannya adalah suatu hal yang jarang ketemukan.  Seperti biasa, ibu-ibu macam ini selalu membicarakan seputar anaknya, incu atau keluarga lainnya. Begitupun ibu ini, akan tetapi kisah yang diceritakan terasa sangat positif sekali. Berikut Poin-poin obrolan kami: Ibunya masih terus membimbing anak-anaknya walaupun mereka sudah berkeluarga semua. Tidak mengontrol secara penuh tetapi tetap mengawasi dan memberi saran yang membangun. Tidak sagawayah, abong-abong budakna geus dewasa dijolkeun tanpa pengawasan sedikitpun. perencanaan keuangan. Walaupun ibunya mengaku masih kalah hebat dari anaknya yang bungsu, tetapi ibunya menekankan kepadaku pand...

Pagiku cerah matahari bersinar

Gambar
Tak kukira nasibku di 5 Desember pagi akan begitu bebeledagan (hahahha) Bangun lebih pagi dari biasanya, beberes sedikit, maraban sasatoan dan pepelakan karena beberapa hari akan kutinggalkan. semuanya dilakukan dengan tanpa rurusuhan. Sampai pada waktu aku memutuskan untuk berangkat, di sini masih seperti biasa, aku berjalan sambil bersenandung sumbang menuju tempat bus langganan lewat. Tapi sialnya, diriku saat jarak tinggal menyebrang, busnya telah pergi tanpa melambaikan tangan sedikitpun.  Segera berpikir, pilihan ada 2, "mengejar atau menunggu bis selanjutnya datang" otak belum memutuskan tapi badan langsung berusaha mengejar dengan sebisanya. Tapi sayangnya diriku lupa, betapa boyotnya badan ini untuk diajak lulumpatan, apalagi diajak balap Jeung mesin. Alah rungkadd. Syukurnya, ada satu angkot lewat, spontan kupanggil dan berseru ke pa supir, "pa, itu pang udagkeun MGI"  Benar saja, si amang dengan angkot spek buburutbutan menginjak gas tanpa ragu, salip kan...

Saat Manusia Kontemporer yang Berideologi Pragmatis Mencoba Menanam

Gambar
Zaman Kiwari dengan menarikan jemari di atas layar gawai, barang yang diinginkan tiba-tiba saja sudah sampai dalam genggaman. Betapa menyenangkan kehidupan. Lalu hal ini terbentur dengan krisis iklim, lingkungan yang mulai panas tak karuan, harga beras melambung seperti angan-angan, hanya untuk makan saja tak cukup 20ribuan, apalagi sekedar mencicipi hiling2 yang minimal memiliki uang ratusan.  Salah satu kiblat media sosial yang sering di pandangnya kemudian menawarkan cara bertahan hidup dengan berkebun dan menanam yang ternyata sangat mudah (1 bulan sudah panen) Dengan berlandaskan hal yang murah, mudah dan berlimpah, ia pun melakukannya dengan rasa kepercayaan diri yang tinggi Namun, Apa yang terjadi? Ternyata dia kelimpungan dengan harapan yang tak sesuai kenyataan Benih yang disemai tak mau tumbuh, yang sudah tumbuh tak mau berbunga, yang mau berbunga malah gugur berjatuhan, di saat inilah waktu yang tepat untuk berpesimis ria. Namun, sepertinya Tuhan sangat memah...

bubudakeun

Pada Hari Minggu ku turut mamah (bukan ayah) ke pusara bapa (bukan ke kota). Sebuah kegiatan yang wajib dilakukan rutin setiap minggu, memang tidak menjadi peraturan tertulis hanya sekedar bukti cinta kepada Bapa yang sudah tak ada. Di pertengahan jalan, kami berpapasan dengan ibunya temanku dulu yang seangkatan. Lalu mamah menyapa "Eh ibu, Aya di dieu gening!" "Muhun ibu, Bade Ka mana?" "Itu Bade Ka makam" Tiba-tiba bocah perempuan cantik mendatangi si ibunya temanku "Euleuh eta teh putrana Enca (nama temanku)?, meni geulis, tos ageung geningan" ujar mamahku "Muhun Bu, Enca teh saangkatan nya Sareng Hilma?" Dengan sedikit tersenyum kumenjawab, "hehe, Muhun Bu" Setelah sedikit beramah-tamah dan mengobrol, kami kembali berjalan ke makam bapa sambil mamah berceloteh, "tuh itu rerencangan Dede tos gaduh budak, ieu mah naha kalakah masih bubudakeun wae?!" Kujawab dengan tertawa lepas, "hahhahahah, Bae atuh mah"

Hal-Hal yang Harus Kamu Perhatikan Saat Cari Kosan di Sekitar Kampus 2 UIN Bandung

Gambar
Indekos atau biasa kita sebut dengan kos-kosan adalah salah satu alternatif bagi berbagai kalangan untuk mendapatkan hunian sementara dengan harga yang pas di kantong.   Target utama dari bisnis kos-kosan adalah para pendatang, terlebih lagi kalangan mahasiswa yang banyak menjadi perantau muda di kota lain demi mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Selagi tidak tinggal di kotanya sendiri mereka pasti banyak yang mengharapkan untuk bisa mendapatkan tempat tinggal yang nyaman ( feel like home ), aman tapi dengan harga yang terjangkau. Cipadung Kidul adalah suatu kelurahan di Kecamatan Panyileukan yang menjadi tempat berdirinya dua kampus besar, yaitu Universitas Bhakti Kencana (UBK), Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) dan sangat berdekatan dengan kampus 2 UIN Sunan Gunung Djati. Bayangkan, berapa cuan yang bisa dihasilkan dari bisnis kos-kosan dengan melimpahnya mahasiswa di kelurahan tersebut. Gambaran daerah di sekitaran Cipadung Kidul adalah seperti komplek perumah...

Nenek Berkharisma

kisah konyolku selanjutnya, betempat di warung sayur yang sedang ramai pelanggan. Awalnya niatku untuk mempercepat pembelian dengan meminta mengambilkan barang (entah kecap atau apalah itu, aku lupa) kepada nenek-nenek yang terlihat tidak sedang melayani pelanggan. Nenek itu tampak rapi dan berkharismatik untuk seorang penjual sayur.  Karena ia tidak merespon, kuulangi permintaankudengan memaksakan diri untuk menatap matanya dan suara yang sedikit kutinggikan.  Bukannya mengambil barang yang kuminta, ia malah menunjuk dirinya, seolah ia bertanya kepadaku, 'kamu memintaku mengambilnya?' lalu kujawab dengan anggukan mantap.  Dan sialnya, lalu ia malah mengatakan, "Tuh nyungkeunna ka si ibu itu!!. wenteran pisan" dengan lirikan judes maut yang membuatku kikuk setengah hidup dengan kenyataan bahwa nenek-nenek itu bukanlah penjual sayur tetapi pembeli. Karena ke chaos an warung sayur tak kunjung mereda membuat kesabaranku yang seluas daun kelor habis. Selain itu, aku sudah...

perkara belum ngecek gas

 hari ini, menjelang siang aku merencanakan untuk memasak tidak membeli di warteg. apa yang akan dimasak sudah terpikirkan. namun satu hal yang mengganggu, "apakah gas nya masih tersedia atau tidak?" ah aku abaikan saja hal itu. karena kemarin aku memasak nasi goreng lancar-lancar saja. setelah azan dzuhur (lainan solat) aku pergi ke warung untuk beli bahan-bahan, seperti tempe, gula, kecap dan cabai karena memang akan memasak tempe oseng. pulang lagi ke kos, mandi dan sholat. setelahnya dengan hati riang aku turun ke dapur dan mulai memotong-motong bahan yang akan dimasak. tidak terlalu lama karena memang hanya sedikit yang dimasak aku dengan percaya diri yang begitu tinggi langsung menyalakan kompor.  menyala, iya menyala.  Akan tetapi sialnya hanya berselang 10-20 detik apinya mati dan aku coba menyalakan kembali kompornya tidak ada hasilnya, tetapi saja api biru tidak memperlihatkan batang hidungnya. aku langsung menghela napas dan berpikir,  "haduh hidupku ini b...

pengamen tunawicara

hari senin pagi, aku berangkat kuliah dengan bus antar kota karena jarak tempat tinggal dan kampus cukup jauh. saat akan memasuki tol, bus istirahat beberapa menit untuk pengecekan dan menaikkan penumpang yang sudah menunggu.  setelah semua penumpang masuk, bus menjadi penuh sampai banyak yang berdiri dan bus pun kembali berjala mulai memasuki jalan tol. tak lama kemudian, tiba-tiba terdengar suara satu petikan gitar, aku mulai menyadari, "oh ada pengamen". lalu satu petikan gitar menjadi alunan gitar yang rada teu pararuguh . yang awalnya aku biasa saja, merasa tidak terganggu dan si pengamen pun mulai bernyanyi,  seketika itu aku merasa kaget dan terheran-heran.  bayangkan saja, pengamen itu cari uang dengan mengandalkan nyanyian. menyanyi itu walaupun nadanya tidak jelas tapi setidaknya apa yang dinyanyikannya jelas.  sedangkan ini, mengamen tapi tunawicara.  lama sekali kuberpikir, "ko bisa-bisanya ia begitu berani sekali, bahkan sangat-sangat berani, dengan...